Welcome

Welcome

Senin, 10 Maret 2014

Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga

Halo... Kalian semua pasti tahu dong film yang berjudul Hachiko? Jika ada yang belum tahu, yuk saya jelaskan sedikit :)

Saya menonton film Hachiko yang diperankan oleh Richard Gere. Di film tersebut, diceritakan adanya seekor anjing jenis Akita Inu yang mempunyai majikan (Richard Gere) yang sangat menyayanginya. Anjing itu bernama Hachiko. Ia selalu mengantar majikannya setiap kali majikannya berangkat kerja dan menjemputnya tepat saat majikannya pulang di depan Stasiun, setiap hari. Suatu hari, majikannya meninggal dunia dan hal itu membuat Hachiko sedih. Tetapi, dia tetap melakukan kebiasaannya yang selalu mengantar dan menjemput walaupun majikannya tersebut telah tiada. Hachiko melakukan itu hingga ia pun akhirnya mati di sekitaran Stasiun. Pada akhirnya, dibuatkanlah patung Hachiko sebagai tanda penghormatan sekaligus kenangan untuk Hachiko. Banyak sekali lho warga yang terharu akan kisahnya itu.

Nah, disini saya akan bercerita hal yang sama. Hanya bedanya, ini terjadi di Indonesia, hehe. Awal mula saya dengar cerita ini, saya agak merinding tapi agak sedikit tidak percaya juga. Tapi, ini nyata!

Saya tinggal di sebuah komplek perumahan yang sudah cukup lama keberadaannya. Saya pun sudah 22 tahun menempatinya. Bukan perumahan elit, tapi bukan juga perumahan kumuh. Ya, biasa sajalah. Dimana setiap harinya, selalu ada lelaki paruh baya yang mengendarai gerobak beroda didampingi seekor anjing. Di gerobak rodanya, terdapat tulisan 'rongsokan'. Yang berarti, dia menerima barang-barang yang sudah tidak terpakai alias rongsok. Namanya, Pak Deden. Pernah beberapa kali orangtua saya pun memberikan barang rongsok kepadanya.

Suatu hari, Pak Deden tidak lewat depan rumah saya lagi. Hingga akhirnya terdengar kabar bahwa ia telah meninggal dunia akibat terserempet mini bus di dekat jembatan di daerah rumah saya. Reaksi saya dan keluarga saat itu cukup terkejut karna kami dan Pak Deden dapat dibilang cukup akrab. Kurang lebih sebulan kemudian, ketika saya hendak pergi keluar rumah, saya melihat seekor anjing yang berlari pelan dan berhenti di setiap tempat sampah ditiap rumah tetangga saya. Ternyata, itu anjingnya Pak Deden. Awalnya saya acuh melihat hal itu. Tapi setelah saya pikir-pikir, ternyata saya melihat hal itu hampir setiap hari, tepatnya setiap pagi. Singkat cerita, ternyata, apa yang dilakukan oleh anjing Pak Deden adalah sama dengan apa yang dilakukan oleh Hachiko. Terkejut, bukan? Selama ini anjing tersebut pergi saat pagi hari, menelusuri jalan yang biasa dulu ia lewati dengan Pak Deden, hingga sore hari dan hingga kembali pulang kerumah. Begitu setiap harinya. Saya mendapat informasi tentang hal itu dari teman saya yang rumahnya tidak jauh dari rumah tukang rongsok itu. Tapi, sampai saat ini saya tidak pernah melihat anjing itu lagi dan saya pun tak tahu dia kemana. Mungkin dia memiliki majikan yang baru, mungkin juga dia meninggal seperti Hachiko. Siapa yang tahu?

Dari cerita inilah saya dapat mengambil pesan inspiratif. Terkadang saya berpikir, seekor anjing saja bisa begitu setia pada majikan atau temannya. Lalu, mengapa kita sebagai manusia tidak bisa? Tentunya kita harus lebih baik dari seekor anjing, dong! ;)

Seperti layaknya minuman larutan Cap Kaki Tiga yang selalu setia menemani keluarga Indonesia dan memberi banyak manfaat untuk tubuh kita :)

Banner "Cap Kaki Tiga 75 tahun Setia Memberi Manfaat SEO Contest"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar