Welcome

Welcome

Kamis, 03 April 2014

Dari Kita, Oleh Kita dan Untuk Kita

Siapa yang tak suka makan? Tentunya semua orang menyukainya. Selain sebagai kebutuhan, berbagai macam jenis dan rasa makanan yang beragam pun membuat banyak orang menjadikan makan sebagai hobi. Apalagi, tanah air kita adalah Negara yang kaya sekali akan Pangannya. Bila kita telusuri setiap pelosok di negeri ini, kita akan dibuat berdecak kagum akan kekayaan kuliner nusantara kita sendiri. Nikmat mana lagi yang kau dustakan? Hehe.


Memang, saat ini perhatian masyarakat Indonesia terhadap Makanan yang bukan dari Indonesia lebih besar. Kita sebut saja Pangan Internasional. Pangan Internasional menawarkan rasa yang lebih beragam, penampilan yang lebih menarik serta sebuah gengsi yang tinggi jika kita bisa memakannya. Bahkan banyak orang yang sehari-harinya lebih sering mengonsumsi Pangan Internasional. Alasannya, karena mereka bosan dengan Pangan Lokal yang ada. Yang rasa dan bentuknya hanya begitu-begitu saja. Tanpa mereka sadari, Pangan Internasional bisa mempunyai rasa yang lebih enak karena ada tambahan bahan-bahan yang kurang atau tidak wajar. Maka, tak heran bila dari tahun ke tahun semakin banyak saja orang yang menderita penyakit mematikan, seperti Kanker. Dikarenakan tingkatnya penjualan Pangan Internasional, akhirnya saat ini banyak produsen penghasil makanan yang mengusung konsep Pangan Internasional. Karena jelas saja, keuntungan yang diraup dari penjualan Pangan Internasional cukup besar, karena harga yang ditawarkan pun relatif tinggi. 

Terlepas dari itu, kita harus salut terhadap produsen penghasil makanan lainnya yang masih berjuang mempertahankan Pangan Lokal di Indonesia. Bersaing memperebutkan perhatian masyarakat terbukti sulit. Maka dari itu, haruslah timbul inovasi dan kekreativitasan seorang produsen penghasil makanan terhadap Pangan Lokal. Tuhan menciptakan segala macam tumbuhan pastinya bertujuan agar bisa digunakan oleh manusia. Nah, jangan sampai kita menyia-nyiakan hal tersebut. Jika di Negara kita ada, bahkan banyak, untuk apa kita meminta atau mengimpor dari Negara lain? Selain harga diri tanah air yang turun, tentunya memakan biaya yang tidak sedikit. Ide-ide dari Negara lain haruslah bisa menginspirasi kita untuk bisa lebih baik dari mereka. Jika kita ingin mempunyai satu produk makanan yang sama dengan Pangan Internasional, boleh saja. Hanya, bahan bakunya tentu harus asli dari Indonesia. Kembali kepada Pangan Lokal.



Misalnya seperti makanan Daging Ayam Olahan yang biasa kita sebut Chicken Nugget. Kita bisa mengganti bahan utamanya yaitu Ayam menjadi Jamur atau Kentang dari Indonesia. Yang jelas lebih murah dan lebih bergizi. Harga jualnya pun tidak akan melambung tinggi, sehingga target pasar tidak hanya kalangan atas saja, tetapi bisa merangkul semua kalangan. Tetapi, kualitas rasa dan kehigienisan harus diutamakan. Maksimalkan agar rasa sama persis dengan bahan utama yang asli (Ayam).

Tentunya kita ingin siapapun orang-orang disekitar kita selalu sehat tanpa harus menghentikan makan makanan enak. Hal ini harus bisa mendorong kita untuk meminimalisirkan pengonsumsian Pangan Internasional. Dan lebih mengasah otak untuk membuat suatu inovasi baru terhadap makanan yang bahan-bahannya asli Indonesia. Mulailah dari hal kecil, seperti menumbuhkan pendidikan pada anak-anak kita untuk belajar lebih mencintai Pangan Lokal. Dan para orangtua harus belajar untuk bisa membuat makanan dari Pangan Lokal. Sehingga, (semoga saja) Pangan Internasional lambat laun akan terkikis keeksistensiannya di Indonesia. Karena semua, Dari Kita, Oleh Kita dan Untuk Kita :) #keadilanpangan

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba menulis artikel tentang Keadilan Pangan yang diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen Indonesia dan Alhamdulillah menjadi salah satu juara dari 5 pemenang :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar